DASAR JURNALISTIK FOTO


Dasar kelahiran pertumbuhan jurnalistik foto, menurut Soelarko ditentukan oleh tiga faktor:
1. Rasa ingin tahu manusia, yang merupakan naluri dasar, yang menjadi wahana kemajuan.
2. Pertumbuhan media massa sebagai media audio visual, yang memuat tulisan (atau uraian mulut) dan gambar (termasuk gambar yang hidup).
3. Kemajuan teknologi, yang memungkinkan terciptanya kemajuan fotografi dengan pesat (termasuk perfilm-an dan video untuk pemberitaan)

Dalam dunia jurnalistik, foto merupakan kebutuhan yang vital. Sebab foto merupakan salah satu daya pemikat bagi para pembacanya. Selain itu, foto merupakan pelengkap dari berita tulis. Penggabungan keduanya, kata-kata dan gambar, selain menjadi lebih teliti dan sesuai dengan kenyataan dari sebuah peristiwa, juga seolah mengikutsertakan pembaca sebagai saksi dari peristiwa tersebut.

Kelebihan dari sebuah foto sebagai medium komunikasi visual menjadikan lebih mudah dipahami dari pada tulisan yang membutuhkan tenaga dan pikiran.

Oscar Motuloh, fotografer dan supervisor biro foto Antara
“… Seorang jurnalis foto tidak sekedar menampilkan kekerasan dan darah tetapi juga merekam peristiwa-peristiwa di sekitar kita yang menarik untuk diabadikan, foto jurnalistik dan foto dokumentasi mempunyai dasar yang sama, keduanya berdasarkan realitas kehidupan. Keduanya hanya dibatasi oleh suatu garis yang tipis yaitu dipublikasikan atau tidak. Foto jurnalistik dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu spot dan feature. Foto spot lebih bersifat berita, sedangkan foto feature memberi informasi yang tidak mudah basi, seperti essay foto yang banyak terdapat di majalah National Geographic dan keduanya berkembang pesat.”

Hendro Subroto, wartawan perang senior
“… foto jurnalistik harus bisa menceritakan kejadian sehingga tidak banyak komentar pun orang sudah tahu cerita fotonya foto itu dan yang terpenting dalam foto jurnalistik adalah moment”

DEFINISI
Jurnalistik berasal dari bahasa Belanda “Journalistich” atau dalam bahasa Inggris “Journalism” yang bersumber dari bahasa Perancis “Journal”, asal kata dari “Jour” yang berarti hari. Jadi journal berarti catatan harian.

Journalistich berarti pengetahuan tentang penyiaran catatan harian dengan segala aspeknya, meliputi : mencari, mengolah, sampai kepada menyebarluaskan catatan harian tersebut. Dan yang disebarluaskan itu adalah apa yang biasa kita sebut sebagai berita.

Menurut Prof. Mitchel V. Charnley :
“News is timely report a fact or opinion of either interest or important or both to a considerable number of people”
(Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang penting atau menarik minat, atau keduanya bagi sejumlah besar orang.)

Fungsi jurnalistik :
• menyiarkan informasi
• mendidik
• menghibur
• mempengaruhi

Ciri-ciri surat kabar dan majalah :
• Universalitas
• Aktualitas
• Periodisitas
• Publisitas

Fotografi oleh pers disebut jurnalistik foto (Journalism Photography), dan foto-foto yang dihasilkan untuk Pemberitaan disebut foto berita (press foto atau news foto).

(tulisan ini ada dalam buku “DUNIA DALAM BINGKAI” Penerbit Graha Ilmu

8 Responses “DASAR JURNALISTIK FOTO” →
  1. Saya mahasiswa jurnalistik semester 6. Tapi sampai saat ini, saya masih belum bisa merasakan indahnya foto2 jurnalistik. Saya butuh referensi lebih banyak lagi, mohon dibantu :).

    Balas

    • imajiplus

      Maret 13, 2012

      Salam imajiplus..
      Keindahan foto jurnalistik tidak seperti keindahan sebuah foto sunset, atau kecantikan model dalam balutan lighting studio. Foto jurnalistik akan tampil indah ketika ia berhasil “menghanyutkan” pembacanya dalam memahami pesan yang dibawanya. Sebuah foto jurnalistik yang ditekankan adalah “jurnalistik”nya, bukan teknik lighting atau permainan cahaya, bahkan digital imaging. Jadi untuk memahami keindahan sebuah foto jurnalistik, kamu harus memahami lebih dahulu Jurnalistik, yaitu news value dan 5w iH.
      Semoga bermanfaat…

      Balas
  2. salam imaji plus, saya mahasiswa jurnalistik unisba 2010 , apakah saya boleh memasukan artikel anda ke dalam sebuah thread tweetunisba.com ? .

    sebelumnya saya mau bertanya, kenapa mendur bersaudara (jurnalis poto kemerdekaan RI) , lebih jarang di publish yah , baik dalam buku sejarah , maupun di berbagai media.. dan apakah dia mendptkn penghargaan . atau jasa pahlawan ?

    Balas

    • imajiplus

      September 9, 2012

      salam imajiplus juga, boleh saja asal sebutkan sumber aslinya.
      untuk pertanyaan kedua, itulah kekurangan bangsa ini, yang sangat kurang sekali budaya tulis nya, sehingga literatur mengenai bangsa ini juga sulit ditemukan. bukan hanya mengenai fotografi, segala hal tentang kebudayaan bangsa ini juga sangat jarang kita temukan referensi tertulis, kalaupun ada, biasanya tulisan orang asing. demikian…

      Balas
  3. Thanks Imajiplus,,bisa buat menambah ilmu

    Balas

    • imajiplus

      April 10, 2013

      sama sama… semoga semakin betmanfaat blog ini untuk pehobby imaji

      Balas
  4. mas kalau mau beli bukunya dimana ya, untuk refrensi tugas akhir saya. terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: