Canon EOS 1100D (REBEL T3)

eos1100D

Saya menyadur tulisan ini dari blog mas gaptek. Selamat membaca.. semoga bermanfaat. (sumber: gaptek28.wordpress.com)

Canon menerapkan strategi yang agak unik dalam melakukan segmentasi produk DSLR mereka. Bila dulu kita menganggap EOS tiga digit (350D, 400D, 450D dst) adalah kamera pemula, maka kini EOS empat digitlah yang jadi DSLR kelas basic dari Canon yang sesungguhnya. Bila tiga tahun lalu EOS 1000D didesain begitu basic dan sederhana, kini pada penerusnya yaitu 1100D terdapat sejumlah peningkatan seperti resolusi sensor, jumlah titik AF, modul metering, prosesor dan yang terpenting adalah HD movie. Beberapa fitur dari 1100D pun tampak overlap dengan 550D/600D dalam arti banyak kemiripan yang membingungkan kita. Maka itu wajar kalau saya memprediksi EOS 1100D bakal mengulang sukses dengan meraih penjualan yang tinggi, terutama bila kita tidak terlalu membutuhkan segala kelebihan yang ada di EOS tiga digit.

Mari kita simak apa yang ditawarkan oleh DSLR basic ini :

  • sensor CMOS 12 MP
  • prosesor Digic IV
  • kemampuan merekam HD movie 720p
  • kemampuan metering dengan 63 zone (fokus, warna dan luminance)
  • memakai modul AF dengan 9 titik (satu yang ditengah cross type)
  • mencapai ISO 6400
  • kecepatan burst 3 fps
  • LCD 2,7 inci, resolusi 230 ribu piksel
  • HDMI out
  • dijual bersama lensa kit 18-55mm IS mark II

Not bad kan? Bila dibanding dengan EOS 600D, maka perbedaannya hanya di megapiksel (12 MP vs 18 MP), resolusi HD video (720p vx 1080p) dan sedikit lebih cepat (3 fps vs 3,7 fps). Selain itu 600D punya layar LCD resolusi tinggi yang bisa dilipat dan bisa mentrigger lampu kilat eksternal secara wireless. Namun keduanya sama dalam hal desain (termasukpentamirror dan bodi plastik), modul AF 9 titik, modul metering 63 zone (yang persis sama seperti di EOS 7D) dan ISO 6400.

Kita mulai saja. Bodi EOS 1100D terbuat dari bahan plastik dengan tekstur yang terlalu halus tanpa tekstur, agak terkesan murahan. Gripnya pun akan terasa relatif kecil bagi orang yang bertangan agak besar seperti saya, tapi mungkin akan terasa pas bila yang menggenggam adalah kaum wanita :)

Desain secara umum 1100D relatif tipikal EOS pemula dengan area atas terdapat tombol ON-OFF, satu roda putar untuk mengatur eksposur, satu mode dial dan satu tombol untuk menyalakan flash. Semuanya terkonsentrasi di sebelah kanan sehingga mudah dijangkau jari telunjuk kanan. Saya pribadi tidak menyukai desain roda pengaturan eksposur yang diputar dengan jari telunjuk seperti pada semua DSLR Canon. Mode dial sendiri tersusun atas manual exposure seperti P, TV, AV, M dan A-DEP, serta berbagai scene modeseperti flash off, Creative Auto, Potrait, Landscape dan Movie. Kotak hijau adalah AUTO yang benar-benar otomatis termasuk pengaturan ISO dan lampu kilat. Tidak ada user preset setting di mode dial EOS 1100D, mengingat kamera ini bukan ditujukan untuk kalangan pro. Flash hot shoeberada di tengah dan diapit oleh built-in flash yang sudah mendukung E TTL-II.

Pada bagian depan terdapat mount logam untuk tempat memasang lensa, dengan dua titik warna yaitu putih (untuk lensa EF-S) dan merah (untuk lensa EF). Jadi EOS 1100D kompatibel dengan lensa Canon apapun, baik EF maupun EF-S. Di dalamnya tampak cermin yang menutupi sensor dan beberapa pin kontak data untuk lensa. Tidak ada sistem pembersih debu di EOS 1100D, untuk membersihkan debu anda perlu masuk ke menu untuk mengangkat cermin dan membersihkan debu secara manual. Di sebelah mount lensa ada lampu untuk mengurangi mata merah akibat kena cahaya lampu kilat, dan sebuah microphone mono diatas logo EOS 1100D yang berfungsi untuk merekam suara saat mode movie.

EOS 1100D dibekali dengan lensa kit EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS. Lensa dengan mount plastik ini punya diameter filter 58mm dan sudah dilengkapi dengan peredam getar (stabilizer). Pada bagian kiri terdapat dua tuas, yaitu tuas Auto atau Manual fokus (AF-MF) dan satu lagi tuas untuk mengaktifkan stabilizer. Akibat sensor APS-C dengan crop factor 1,6x maka lensa kit ini akan memiliki fokal setara dengan 29-88mm yang sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Ring manual fokus terdapat di paling depan lensa dan ikut berputar saat kamera mencari fokus, tipikal lensa kit murah meriah pada umumnya, singkat kata lensa ini tidak nyaman dipakai untuk manual fokus.

Pada bagian belakang, tempat dimana berbagai tombol penting dan layar LCD, tertata dengan cukup apik. Sayangnya desain sebagian besar tombol terlalu sejajar dengan bodi membuatnya sulit ditekan (menurut saya tombol di 1000D dulu malah lebih enak ditekan). Pada EOS 1100D terdapat tombol penting untuk mengakses menu cepat yaitu tombol ‘Q’ (Quick Menu) dan ada juga tombol dengan titik merah untuk Live view (yang juga berfungsi untuk memulai dan mengakhiri perekaman video). Kabar baiknya, Canon sejak dulu selalu memberi dua fungsi pada tombol panah empat arahnya. Jadi tombol panah atas juga berfungsi untuk jalan pintas mengganti ISO, tombol panah kanan untuk mengganti mode AF, tombol panah bawah untuk mengganti pilihan WB dan tombol panah kiri untuk pilihan berbagai drive mode. Suatu manfaat yang besar mengingat EOS 1100D sebenarnya ditujukan buat pemula. Jendela bidik optik pada EOS 1100D punya cakupan 95% dan pembesaran 0,8 kali, tentu saja bukan yang terbaik namun cukup terang untuk dilihat. Terdapat roda kecil pengatur diopter untuk menyesuaikan fokus jendela bidik bagi mereka yang berkaca mata. Sayangnya tidak ada sensor yang mendeteksi saat kita mengintip di jendela bidik, sehingga LCD akan tetap menyala saat mata kita menempel di jendela.

Di bagian bawah terdapat dudukan tripod dari logam yang posisinya sejajar dengan lensa. Ada juga info mengenai serial number dan tulisan kalau kamera ini dibuat di Taiwan. Penempatan baterai LP-E10 dan memory card terdapat di bagian bawah dengan pintu yang sama, sementara pintu samping bila dibuka akan menampakkan port untuk remote, port HDMI dan port USB. Anda mencari port untuk mic eksternal? Sori, tidak ada..

Tampilan di layar untuk Quick Menu akan nampak seperti ini :

Dari info di layar bisa diketahui dengan cepat mode yang sedang dipakai, nilai shutter, bukaan, ISO dsb. Terdapat juga informasi sisa baterai dan berapa foto yang masih bisa diambil dengan memori yang ada. Bila mode dial diputar ke mode Creative Auto akan tampil seperti ini :

Mode ini menjadi ciri dari DSLR pemula, dimaksudkan untuk memudahkan yang belum mengerti bagaimana cara membuat latar menjadi blur dan sebagainya. Di Nikon D3100 terdapat Guide Mode yang relatif sama seperti ini.

Kinerja

Kamera EOS 1100D bukan didesain untuk bekerja cepat. Namun ternyata waktu yang dibutuhkan untuk start-upshutter lagshot-to-shot dan mencari fokus saya rasakan sudah cukup cepat. Saya menguji fokus kamera ini dengan lensa kit dan lensa 50mm f/1.8 yang sayangnya keduanya kebetulan bukan bertipe USM, sehingga tentu kecepatan fokusnya tidak akan terlalu cepat. Suara dari motor lensa yang sedang mencari fokus juga terdengar keras, namun akurasi fokusnya tetap terjaga berkat modul 9 titik AF yang dipakainya. Kita bisa mengganti mode AF dari Auto ke manual selection dengan menekan tombol AF dengan jempol kanan (tombolnya ada disebelah kanan tombol bintang). Sebagai info, di jendela bidik juga bisa dilihat 9 titik AF dan akan menyala merah bila aktif.

Untuk mode fokus yang disediakan sama saja seperti DSLR Canon lain yaitu terdapat modeONE SHOT (benda diam), AI FOCUS dan AI SERVO yang untuk benda bergerak. Saat memakai mode AI SERVO, tombol rana harus tetap ditekan supaya kamera bisa terus mencari fokus. Saya rasakan kecepatan dan ketepatan AI SERVO ini lumayan baik saat mencari benda bergerak, meski bila memakai lensa USM pasti akan terasa lebih baik lagi.

EOS 1100D tidak menyediakan fitur spot metering, karena di pilihan mode metering hanya tersedia tiga mode yaitu EvaluativeCenter Weighted dan Partial. Sebagai default untuk kebanyakan kondisi pemotretan bisa dipakai mode yang Evaluative, namun untuk kondisi pencahayaan yang lebih kontras bisa pakai mode lain.

Dipakainya sensor CMOS 12 MP dipadu dengan prosesor Digic IV membuat EOS 1100D ini punya kemampuan ISO tinggi yang mengesankan, bahkan pada ISO 6400 sekalipun noisenya masih relatif terjaga dan reproduksi warnanya pun tidak terlalu meleset. ISO 6400 adalah ISO maksimal untuk EOS 1100D, tidak ada pengaturan ISO expansion di Custom Function. Untuk hasil terbaik dari ISO tinggi di kamera ini bisa memakai file RAW lalu diolah sendiri di komputer untuk mengurangi noisenya.

Live-view saat mode foto :

Live-view saat mode movie :

Kinerja kamera saat live-view juga sudah baik, layar menampilkan preview dengan warna akurat dan tidak kedodoran saat kamera digerakkan. Mode auto fokus saat live-view dan saat merekam movie ada tiga pilihan, yaitu deteksi kontras, deteksi wajah dan deteksi fasa dengan 9 titik AF (yang terakhir ini paling cepat mengunci fokus namun akan LCD gelap sejenak). Dengan deteksi kontras, kita bisa menggerakkan kotak auto fokus yang berada di tengah ke mana saja di bidang foto dengan menekan tombol empat arah. Begitu tombol rana ditekan setengah, kamera perlu 2-3 detik untuk mengunci fokus. Maka itu gunakan mode ini hanya untuk memotret benda yang tidak bergerak. Kamera akan meninggalkan mode live-view bila dalam waktu tertentu tidak ada operasi apapun (sekitar 5 detik), guna mencegah sensor menjadi terlalu panas.

Tidak ada pilihan lain untuk video selain resolusi 1280 x 720 piksel. Pilihannya hanya apakah kita mau memakai 30 fps atau 25 fps saja. Dengan menekan tombol live-view saat mode dial dalam posisi Movie, maka kamera akan mulai merekam video. Tampilan di layar akan berubah menjadi format 16:9 dalam mode rekam video sesuai format HD video. Picture Style dan Auto Lighting Optimizer juga bisa diaplikasikan pada saat merekam video, meski sayangnya tidak ada pengaturan manual eksposur pada saat merekam video, bahkan ISO pun tidak bisa diganti (hanya ada kompensasi dan penguncian eksposur saja). Selain itu tidak ada continuos focussaat merekam video, kamera hanya mencari fokus sekali saat awal merekam, lalu bila ingin merubah fokus maka hanya bisa lewat manual fokus dengan memutar ring di lensa, atau menekan tombol rana (namun fitur ini perlu di enable dulu di menu).

Dengan menekan tombol playback (bentuknya segitiga berwarna biru) akan masuk ke hasil foto atau video di kartu memori. Dengan menekan tombol info akan ditampilkan berbagai informasi di layar mengenai parameter foto seperti histogram dan data lainnya seperti gambar di atas. Meski EOS 1100D tergolong kamera pemula, informasi di layar sangat lengkap termasuk RGB histogram pun ada. Sayangnya seperti biasa, Canon tidak menyediakan informasi berapa fokal lensa yang dipakai pada setiap fotonya :(

Baiklah, yang terakhir kita lihat contoh foto yang diambil dengan berbagai nilai ISO untuk melihat kemampuan ISO tinggi dari kamera ini. Saya tidak mencoba ISO 100 dan 200. Klik pada foto untuk melihat ukuran yang lebih besar (1000 x 600 piksel).

ISO 400 :

ISO 800 :

ISO 1600 :

ISO 3200 :

ISO 6400 :

Sebagai penutup, kesan saya terhadap kamera ini cukup memuaskan terutama dalam hal kualitas hasil foto dan ISO tingginya. Ditunjang dengan sensor CMOS 12 MP dan Digic 4 yang mumpuni, soal hasil foto tentu sudah tidak diragukan. Untuk hasil foto terbaik tinggal mencari lensa yang lebih baik, memotret memakai RAW atau memaksimalkan Picture Style saja. Dengan harga 4,5 juta saat ini, sebuah DSLR modern dengan lensa kit IS, bisa HD movie dan punya 9 titik AF tentu sudah tergolong best buy. Apalagi beragam lensa EF, EF-S dan merk 3rd party (Sigma, Tokina dsb) dengan Canon mount bisa dipakai semuanya. Titik lemahnya ada di hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan foto yang dihasilkan, misal material bodi yang tidak semantap EOS diatasnya, layar LCD yang kurang besar dan kurang detil serta ada beberapa fitur yang dihilangkan (spot metering, anti debu, manual eksposur saat merekam video). Selain itu burst kamera ini  cuma 3 fps yang masih dirasa kurang cepat.

Kamera ini cocok untuk anda yang : masih pemula, sedang belajar fotografi, sekedar untuk foto/video keluarga, sekedar hobi saja, tidak puas dengan hasil foto kamera sensor kecil, atau yang perlu kamera untuk kuliah fotografi.

Kamera ini kurang cocok untuk anda yang : enthusiast (serius menekuni fotografi), sering outdoor dengan cuaca yang tak menentu (hujan, debu dsb), sering memotret sport/action/jurnalis, serius menjadikan DSLR untuk membuat klip video, perlu banyak efek digital di kamera, atau yang sering memotret dengan ISO diatas 6400.

Kamera seharga 4,5 juta plus lensa kit EF-S 18-55mm IS ini adalah penerus dari EOS 1000D. Berminat? … silakan pikir-pikir dulu ya…

101 Responses “Canon EOS 1100D (REBEL T3)” →
  1. GAN Boleh COPAS gak .. maklum pemula .. tolong bantuannya ya .

    Balas

  2. nur fadhila

    Februari 25, 2013

    Mas bedax rebel t3 dan eos 1100D apaa ya? Kok yang rebel lebih mahal,

    Balas
  3. sayang monitornya kurang agak lebar

    Balas

    • imajiplus

      Maret 8, 2013

      kalo mau lebar, sambungin aja ke TV LED pake kabel HDMI hehehe,, gede banget tuh

      Balas

  4. Mellsky

    April 6, 2013

    Canon 1100 sama EOS Rebel T3 bagusan mana?

    Balas
  5. canon eos 1100d sama nikon d3100 bagusan mana,,??

    Balas

    • imajiplus

      April 8, 2013

      relatif… keduanya seri entry level, dan fitur hampir sama. tinggal pilih suka fitur canon atau nikon…

      Balas

  6. sigit

    Mei 10, 2013

    yang tadi anda bilang rebel T3 cuma beda diimpor, tapi saya sudah buktikan sendiri kalau hasil gambar rebel t3 (kit) dengan 600D (kit) beda jauh gan, untuk hasil tajam rebel t3, saat dizoom juga lebih peka rebel T3 gan, harga beda 100 ribu lebih mahal rebel T3,,,
    kalau boleh tau apakah rebel T3 itu impor, kalau impor dari mana gan,, thankz sblumnya

    Balas

    • imajiplus

      Mei 10, 2013

      rebel t3 itu a.k.a 1100d gan.. kalo 600d itu a.k.a rebel t3i .. itu hanya pembedaan nama untuk wilayah pemasaran.. rebel biasanya digunakan untuk dataran usa.. tapi kalo ke asia jadinya seri yang kita tau sekarang.. kalau dari spek sih sama antara keduanya.. kalau hasil,, namanya barang elektronik,, gak bisa dipastiin kualitas nya lebih bagus atau tidak karena banyak faktor .. so.. jgn terbuai karena omongan penjual atau siapapun.. penjelasan saya yang pasti seperti di atas.. 😃

      Balas

  7. lucky aditya

    Juni 4, 2013

    tapi menurut anda bro.,canon rebel T3 itu bagus.,lumayan atau seperti apa utk ukuran harga yang cuma 4.5jt

    Balas

  8. lucky aditya

    Juni 4, 2013

    untuk kamera diatas pemula rekomendasinya apa bro yang bagus dan sesuai kocek pegawai swasta…hehehehehehehee

    Balas

    • imajiplus

      Juni 5, 2013

      ditengah2 ada seri 600d atau 650d atau d5200.. beli dengan kit nya jadi gak mahal heehe

      Balas
  9. cara mencek kalau mau beli kamera canon 1100d… apa aja gan??

    Balas

    • imajiplus

      Juni 10, 2013

      maksudnya beli baru atau second? kalau second , di salah satu koment blog ini sudah ada cara milih kamera second.. cari aja. kalau baru.. ya standar aja

      Balas
  10. Mas boleh tau alasannya kenapa kurang cocok buat dipake outdoor? Apa bisa bikin lensanya rusak atau gangguan2 lainnya? Maklum saya masih pemula terus suka saya pake di outdoor

    Balas

    • imajiplus

      Juni 22, 2013

      yang mana mas yudha??? yg gak cocok sama outdoor??? kalau 1100d memang gak dilengkapi dengan fitur weathersealed.. jadi pemakaian untuk iklim ekstrem agak riskan thd kameranya… tapi bukannya gak cocok dengan outdoor.. bisa aja dipake buat outdoor.. gak masalah kok.. hanya perlu kehati-hatian aja dalam merawatnya.. :)

      Balas
      • Oh makasih info nya ya Mas! Jadi yg Rebel T3 ada weathersealed nya ya? Mau tanya lagi mas,klo Lensa buat Rebel T3 bisa apa aja yg penting merk cannon atau cuma bisa pake lensa tertentu aja?


      • imajiplus

        Juli 3, 2013

        t3 atau 1100d blom weathersealed. lensa selama for canon , apapun merknya bisa dipakai

  11. oh,makasih banget infonya Mas

    Balas
  12. dari semua coment.. ud sgt jelas Bos.. thanks..

    Balas
  13. dari semua coment.. ud sgt jelas Bos.. thanks.. dlm tempat gelap kira2 mumpuni gak y Bos blitznya

    Balas

  14. Sigit Yudha Paratomo

    Juli 24, 2013

    ni.. camera sama persis punya saya, gan. emang kamera ini bikin puas bangeeettt hasil jepretannya. aku mau nanya klo mau pake lensa yg lebih menambah ketajaman, zoom dsb yg cocok dengan kamera ini, apa ya???\

    Balas

    • imajiplus

      Juli 24, 2013

      kalo mau tajam, beli lensa yg ada fasilitas makronya, misal 60mm fix makro, atau 100mm fix makro

      Balas

  15. ade sri

    Agustus 6, 2013

    gan kok kamera saya gk bisa nyimpen gmbar ya…padahal ada memorinya

    Balas

    • imajiplus

      Agustus 6, 2013

      memorynya masih baik ga? gak rusak gitu? atau versi ketinggian juga bisa

      Balas
  16. untuk mngambil gambar yg brgerak lambat tw cpt bagusx pakek speed brp bozz…..

    Balas

    • imajiplus

      September 17, 2013

      Kalau speed lambat ( dibawah 30),, gerakan objek bergerak akan diblurkan, tapi kalau speed cepat (diatas 250) gerakan objek akan dibekukan.

      Balas
  17. kerennnnn :D saya seorang pemula kayaknya cocok ini…

    Balas
  18. dari gambar perbandingan iso 400 – 6400 apa perbedaannya yah gan.
    saya kurang tau, menurut saya sama saja… atau mungkin tak terlihat oleh saya yah…
    mohon penjelasannya….

    Balas

    • imajiplus

      Oktober 27, 2013

      noise yang dihasilkan… iso rendah lebih halus gambarnya dibandingkan iso tinggi.. akan terlihat jika di zoom gambarnya

      Balas
  19. Gan sy punya 1100d rebel3, dgn lensa canon 18-55 IS II, menurut Agan apakah sudah mencukupi, kalo untuk digunakan saat memotret wedding

    Balas

    • imajiplus

      November 26, 2013

      untuk wedding, sebenarnya kamera DSLR seri apapun bisa, hanya pilihan lensa saja yang disesuaikan… 18-55 bisa untuk jarak dekat.., untuk jarak jauh, bisa tambahkan lensa tele, misalnya rentang yang lebih jauh seperti 18-105, atau 18-200,,, untuk bukaan yang lebar bisa lensa fix 50mm, f/1,4..

      Balas
  20. mas brooo,,punya buku manual yg terjemahan indonesia ga..??,,sbb ane bingung neh,,buku manual ny inggris..kl ada ane beli dah,,maklum ane bingung gunain ny,,karna bnyak fungsi”yg lom jelas…/ 282a961a bisa di invite pin ane mas brooo

    Balas

  21. You niee

    Desember 4, 2013

    Gan gimana cara setting kamera eos 1100d yang tepat untuk outdor ,saya punya lensa lensa “digital high definition 0,45x super wide angle lens with macro” bagusnya tuk shoot objek ap y gan, mohon penjelasannya maklum pemula :D

    Balas

    • imajiplus

      Desember 4, 2013

      Kalau untuk pemotretan landscape gunakan bukaan kecil, jadi ruang detil lebih luas.. Tapi kalau motret orang, gunakan bukaan besar biar fokus terarah.. Iso gunakan yg rendah lebih dahulu, sesuaikan dengn kondisi cahaya disekitaar objek. Lensa makro cocok untuk motret stilllife..

      Balas
  22. tolong bantauannya buat yang mahir bisa ajarin aku soal nya aku bru bli camera eos 1100D mohon bimbingannya ya buat teman2 disini

    Balas

  23. Ukie Kiela

    Desember 19, 2013

    mas canon1100d punya aku, dipencet tombol Q kok gak tampil kyak diatas, malah keluar single shooting,self timer dsb. gmna ya mas maklum masih pemulaaaa banget!

    Balas

  24. Ukie Kiela

    Desember 19, 2013

    mas kenapa zoom canon eos 1100d dibanding dengan canon seri A3400 IS HD kok canon A3400 Is yg lebih bagus mas, padahalkan bukan DLSR!

    Balas

    • imajiplus

      Desember 19, 2013

      maksudnya lebih bagus apanya? .. tapi tergantung lensa yang digunakan, karena gak mungkin 1100d dibanding kamera point n shoot kalah kelas… mungkin jarak lensa yang digunakan beda jarak. (lensanya masih pakai yang kit 18-55), jadi kurang dekat atau bagaimana?

      Balas
  25. Mau nanya dong gan, kan saya pakai kamera sampai batrenya abis total nah pas sama mau charger kan biasanya ditempat chargernya lampunya nyala, nah pas saya charger kali ini kok gak nyala ya, sebelumnya nyala. Mohon bantuannya ya, terima kasih :)

    Balas

    • imajiplus

      Desember 22, 2013

      alat chargernya apakah dalam kondisi sehat (tidak rusak)? kalau batre, biasanya sekalipun habis total, selama masih sehat,, tidak akan ada masalah..

      Balas

  26. cristian

    Januari 14, 2014

    apa bedanya canon eos 1100d ma kiss x50, bagusan mana

    Balas

    • imajiplus

      Januari 15, 2014

      gak ada bedanya.. serupa tapi beda nama… :D
      itu cuma untuk penamaan di beberapa pasar penjualan saja.. resminya di Indonesia ya.. 1100D

      Balas

  27. cristian

    Januari 16, 2014

    maep seblmnya aq nyelonong adja nanyanya. ni aku mo curhat, hehehehehehhe…. desember kemarin aku minta bantuan adikku yg d jakarta utk beliin aku canon eos 600D, tp setelah adeq mengunjungi beberapa stan rekomedasi mereka yg jual kamera itu tertuju pada canon eos kiss x50. katanya dari segi kualitas gambar oke dibadingkan 600D, trus diuji kualitas gambar kissx50 dan 600D, hasilnya x50 lebih. trus mereka merekomendasikan lensa sigma 70-300 mm. ya jadi sy beli dgn lensanya. pertanyaan sy.1. apa btl spt itu perbadingan kualitas gambarnya. 2. mohon ilmunya soal dry box camera. makasih bro

    Balas

    • imajiplus

      Januari 16, 2014

      Kiss x50 itu sama dengan 1100d.. Jadi dr seri berbeda kelas.. Seri resmi Indonesia yaa 1100d. Kalo dibanding 600d, memang dr spek sudah lebih baik 1100d karena 600d sudah naik tingkat ke 100d atau 700d bahkan.. Lensa sigma tele 70-300 lumayan untuk pemenuhan kebutuhan memotret jarak jauh.. Tapi harus di combine dengn lensa kitnya 18-55.. Kalau drybox itu untuk menyimpan kamera supaya awet dan tidak berjamur. Bisa yg khusus, atau kalau mau pakai ala tupperware yg kedap udara jg bisa, tinggal tambah silica gel.. Yg penting simpan kamera di ruang terbuka, suhu kamar. Jangan dalam lemari, daerah lembab, atau terkena cahaya matahari langsung. Demikian

      Balas

  28. cristian

    Januari 17, 2014

    trimakasih atas infonya, emang sy beli dgn lensa kit bawaannya, jd sy punya 2 lensa. mau tanya lage ni, bberapa hari lalu ada temanku nyaranin beli juga lensa fix 55 yg ada fasilitas makronya, pertayaan sy apa perlu, bukankah di cukup dgn lensa sigma yg ada fasilitas makro, sy sempat binggung mang apa tu fix apa tu makro. mohon maep byk nanya, maklum masih baru

    Balas

    • imajiplus

      Januari 25, 2014

      kalau di lensa sigma sudah ada makro, ya gak terlalu perlu beli lensa fix 60 macro.. (bukan 55).. kecuali memang suka motret stilllife/ macro photo.. lensa fix artinya lensa itu tidak ada rentang focal lens nya.. bukan lensa zoom.. kalau makro,, jenis lensa yang bisa memotret dengan jarak sangat dekat (bisa hingga hitungan centimeter, tergantung skala nya)…

      Balas
  29. menarik sekali pembahasannya jadi pengin nanya mas bro boleh ya ? saya punya canon rebel t3 beli di luar, waktu pulang saya juprat jepret terus lupa di switch off sampe rumah mati total sampe sekarang walaupun di chrger kembali batterry nya pull tapi tetap ga bisa hidup alias mati total ..kemanakah saya harus mencari doktor camera terbaik dan saya tinggal di jakarta …terima kasih ya mas sebelumnya atas jawabanya ?

    Balas

    • imajiplus

      Januari 19, 2014

      kalau canon, ya ke datascript aja. atau coba cari info dr internet untuk lokasi

      Balas
  30. saya beli “GENUINE ORIGINAL Canon BRAND 50mm f1.8 FD BAYONET MOUNT Lens FOR F1 A1 AE1 AT1 ” bisa di pake di rebel t3 ga mas ? makasih ya mas

    Balas
  31. mas bedanya lensa EF sama FD itu apa ya ? soalnya ada yang nawari FD 50mmf1.8 ada juga yg nawarin EF 50mm f1.8 yang bagus buat rebel t3 yang mana ya mas ? makasih

    Balas

    • imajiplus

      Januari 26, 2014

      kode EF pada lensa canon menunjukkan jenis mounting yang digunakan, dan ukuran lensa lebih besar dibandingkan EF-S (small).. sedangkan FD adalah mounting lensa canon seri lama.. untuk digunakan pada kamera digital sekarang sering kesulitan dalam menemukan focus yang baik

      Balas

  32. stenlytantura@gmail.com

    Januari 28, 2014

    saya punya rebel t3
    rencananya mau di pake buat foto wedding sma outdoor hunting2 gitu,,
    rekomendasi lensa apa yang sesuai,, agar bisa di gunakan untuk keduanya..

    klo bisa yg murah2 tq :D

    Balas

    • imajiplus

      Januari 29, 2014

      Lensa yg bisa dipake semua dan kategori terjangkau ya lensa sapu jagat. Misalnya lensa 18-135 kisaran 5 jutaan… Atau kalau masih kemahalan beli subtitut nya seperti tamron 18-200 sekitar 2 jutaan..

      Balas

  33. stenlytantura@gmail.com

    Januari 29, 2014

    ouh..

    klo untuk lensa wide angle yg tamron gmna ? yg 17-50 ?
    apakah pemakaiannya bisa efisien ?

    Balas

    • imajiplus

      Januari 30, 2014

      Itu untuk indoor efisien.. Tp untuk outdoor kurang.. Karna tele nya kurang panjang…

      Balas
  34. mas, bedanya canon 1100DL dengan canon 1100DC apa ya? saya baru beli canon 1100D, pas saya buka buku panduannya itu Rebel T3, dan di buku itu dijelasin di lensanya ada Image Stabilizernya, tp di lensa saya ga ada Image Stabilizernya, kok bisa ga ada ya…

    Balas

    • imajiplus

      Februari 2, 2014

      Kalau ga salah,, hehe.. Kode DC merujuk pada jenis mounting lensa, dan memang tidak ada IS Nya.. Jadi harga lebih murah.. Dibanding lensa yg ada IS Nya..nah,, punya anda yg DC mungkin yaa..?

      Balas
      • Bedanya dgn 1100DL apa ya mas? Kalau beda mounting, berarti tidak kompatibel dgn lensa standard?
        Trims


      • imajiplus

        Mei 21, 2014

        lensa sih kompatibel aja. yg bedain cuma IS

      • IS kalau gak salah fitur di lensa ya?
        Makasih jawabannya.


      • imajiplus

        Mei 22, 2014

        yup…itu tombol di lensa.. terkait dengan sensor yg ada di mounting kamera.. fungsi untuk menjaga agar sesi pemotretan yg menggunakan speed rendah yg mengakibatkan camera shaking dan hasil foto goyang..bisa diminimalisir (dgn catatan tanpa tripod ya..) ..kalo di nikon namanya VR


  35. okkyboy

    Maret 8, 2014

    aku mau nanya mas bro,klu canon1100d cocok ga untuk ft wedding,kalau cocok harus pake lans yg mana?

    Balas

    • imajiplus

      Maret 9, 2014

      Boleh aja.. Semua kamera DSLR bisa digunakan untuk wedding photo.. Lensa disesuaikan dgn kebutuhan.. Kalau u dokumentasi, bisa pakai lensa normal atau wide.. Seperti 18-55mm, tapi kalau u outdoor,, misal pakai tele.. Atau lensa fix 50mm. Jd tergantung moment dan objeknya

      Balas

  36. okkyboy

    Maret 8, 2014

    mas bro,aku punya canon 1100d,waktu di beli hasil ft ku bagus ,ko lama lama hasil gambarnya ko buram apakah ada yg salah dgn lans nya atau setelan menu nya ga pas,karna canon ku sering di otak atik anak ku hehehe mohon penjelasan nya ya?

    Balas

    • imajiplus

      Maret 9, 2014

      Mungkin setting nya ada yg salah.. Bisa kirim contoh fotonya… Seperti apa yg buram.. Nanti terbaca di exif data nya

      Balas
  37. Mas, mau tanya untuk canon eos kissx50 di Indonesian kisaran harganya berapa ya?

    Balas

    • imajiplus

      Maret 9, 2014

      Sama dengan canon eos 1100d aja.. Kisaran 4 jutaan dgn lens kit

      Balas
      • Maaf kang sya mau tanya, sya pemula bgt tentang kamera dslr, klo buat pemula kmera canon d1000 bagus ga kang, sma eos 600d bgusan mna? Yg d1000 lensa’y 18-55 is bgud ga kang, maksih


      • imajiplus

        April 4, 2014

        untuk pemula sudah bagus.. mudah pemakaiannya .. kalo dibandingkan, jelas lebih banyak fitur di 600d.. lensa segitu standar. jd untuk pemotretan biasa.. kalau mau maksimal gunakan lensa yg rentangnya lebih jauh.. misalnya 18-105 dsb

  38. selamat malam..,mau tanya mas. eos 1100d sy tiba2 masti total, mohon pencerahannya. sebelumnya sy pakai jepret gambar dgn stutterspeed agak lambat. karna terlalu lama loading. sy matikan langsung lewat on/off. setelah sy hidupkan kembali kamera sy masti total. mohon pencerahannya

    Balas

    • imajiplus

      April 13, 2014

      wah.. sudah coba ganti memory card nya?? atau cabut batre? apakah batre dlm kondisi isi atau kosong??

      Balas
  39. baterai msh full mas, klu yg dimaksudkn mengganti memory card sy kurang ngerti mas dgn hubungn matinya eos sy. menurut mas penyebab masti totalnya eos sy apa ? kira2 solusinya apa mas. terima kash atas jawabanya

    Balas

    • imajiplus

      April 13, 2014

      sy gak bisa pastiin kenapa mati total.. tp kalo melihat kronologis nya, bisa jadi ada crash di sistem kamera.. memory card yg dipake dan terkena virus, bisa aja menginveksi sistem kamera, dan crash.. tp kalo sdh di coba ganti memcard masih mati, mungkin harus di reset ulang ke servis center..

      Balas
  40. kisan berapa mas jika reset ulang ke center service. biar sy ga di kena harga.

    Balas
  41. Saya punya canon rebel t3,, tapi saya beli lensa tamron 70_300 ”camera saya cocok ngak sama lensa tersebut gan”’–mohon pejelasan ”’trms

    Balas

    • imajiplus

      April 29, 2014

      selama lensanya for canon, cocok aja.. kamera slr memang bisa ganti lensa apapun selama mounting lens cocok..

      Balas
  42. mas numpang nanya,, apa prbedaan canon eos 1100D dengan eos kiss x50, katanya fisik body sama, pi harganya beda mahalan eos kiss x50 ??

    Balas

    • imajiplus

      Mei 19, 2014

      secara spesifikasi sama aja.. cuma beda nama.aja.. kalo aseli indonesia serinya 1100d… knp beda harga?? mungkin distributor yg punya strategi marketnya… kesan built up… dsb..

      Balas

  43. ridhonas

    Mei 19, 2014

    mksih pak infonya,, barusan sy beli eos kiss x50, harga 5,6 juta, sedangkan canon 1100D hanya 4,3 juta, pdahal sbenarnya sama isinya beda merek ja knapa bisa beda jauh ya harganya,, bingung,.. :)

    Balas

  44. helmi

    Juni 5, 2014

    om, bisa enggak kamera eos 1100d sy mennampilkan tanggal,bulan,tahun pemotretan kaya photo2 kamera digital ya????

    Balas

    • imajiplus

      Juni 5, 2014

      maksudny di fotonya? gak bisa kalo otomatis, karna semua data ada di meta data / exif kameranya.. mungkin bisa kalo saat cetak di buatkan dengan software pihak ketiga…

      Balas

  45. Alresqi Wahyuni

    Juli 10, 2014

    bang bro mau tanya nih cara foto dengan lensa kit 55-250 canon rebel t3. gue mau pakek unuk pemandangan yang luas tp kalau pakek lensa gue kok gk dpt yah?

    Balas

    • imajiplus

      Juli 10, 2014

      lensa 55-250 itu masuk kategori telezoom.. jadi paling rendah ada di rentang 55mm. Untuk kamera jenis APS (rebelT3 termasuk), maka rentang 55mm ini setara dengan 88mm dan jelas dengan rentang lensa sepanjang ini gak akan bisa digunakan untuk memotret landscape yang membutuhkan lensa sudut lebar (widelens).. jadi anda harus punya lensa sudut lebar, misalnya 18mm.. (kit 18-55).. atau yang lebuh rendah lagi..

      Balas
  46. misi mau tanya,
    kemarin saya nyari kamera, karena pemula rencananya akan beli yang canon eos 1100D, waktu kesana ada yang 1200D katanya tahun depan 1100D akan diganti dengan 1200D jadi gak beredar lagi, apa bedanya ya antara 1100D dengan 1200D? makasih

    Balas

    • imajiplus

      Juli 12, 2014

      Versi baru sudah pasti akan ada perbaikan dari versi sebelumnya.. Seperti resolusi movie sudah fullHD, peningkatan pada kemampuan rekam video movie ct autofokus, dan beberapa peningkatan minim lain..

      Balas
  47. malem om saya baru beli kamera rebel t3,yang kata oangnya yang jual itu biasa dipake di eropa,apakah bener,
    soalnya saya niat awal mau beli 600d tapi ditawarkan rebel t3 yang saya kaget ternyata itu 1100d,kok harganya lebih mahal yah dari 600d,apakah ada kelebihan kusus??
    oia gan kalo kelebihan rebeldibandingkan dengan 600d apa ya gan??

    Balas

    • imajiplus

      Juli 21, 2014

      pagi.. :D
      dari seri berbeda jelas… 1100d untuk entry level, sedangkan 600d didekisasi untuk moviefans..makanya layarnya bisa dilipat..
      tapi keduanya sudah ada generasi penerusnya, 1200d dan 650d atau 700d… kalau harga, tergantung mekanisme pasar,, t3 yang disini jadi seri 1100d lebih mahal, saya juga gak habis pikir.. mungkin soal peruntukan dan nilai tukar dollar nya aja yang menyebabkan mahal.. tp kalau lihat spek sih 11-12… kelebihan rebel dibanding 600d: lebih ringan, lebih kecil, dan harusnya lebih murah.. :D

      Balas
  48. bos, mau, tanya dong, ane punya REBEL T3,bisa buat moto produk gak ya, misalnya sepatu plus kaki simodelnya, biar hasilnya bagus pake lensa apa ya?
    saya pake EF 50mm 1:1,8. saya jepret target jarak 2m kurang, background blurnya gak dapet ya
    pake lensa apa ya cocoknya jepret target jarak 2m yang bisa ngeblur backgroundnya
    makasih bos sebelumnya

    Balas

    • imajiplus

      September 5, 2014

      Untuk foto produk sebaiknya gunakan lensa tele (panjang, misalnya lensa 100 atau 200).. Untuk lensa 50mm/1.8 , Lensa itu sebenernya bisa dapet bokeh (blur latar), asal pakai bukaan terbesar.. Misalnya bukaan 1.8 .. Untuk jarak lebih dr 2m saja masih bisa bokeh..

      Balas

  49. imajiplus

    April 13, 2014

    ga ada, kalo menurut sy…

    Balas

  50. imajiplus

    April 13, 2014

    kalo ga bs nyala sama sekali, ya reset ulangnya harus ke sc.. seperti di flash gitu sistemnya.. kalau maslah biaya, saya kurang tahu.. tapi bawa aja ke SC resmi,, sudah ada patokan harga biasanya selama kameranya resmi juga, bukan BM.. (pengalaman kawan yang beli BM, ketika di bawa ke SC Datascript, ada aja alesannya supaya bayar mahal.. :D )

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: