jurnalistik · pengetahuan

Nude Photography, seni atau pornografi?

Vice is a monster of so frighful mein
As to be hated only needed to be seen
Yet seen too oft, familiar with her face
We first endure, then pizy the embrance

Alexander Pope
Secara bebas diterjemahkan:
Maksiat adalah makhluk ganas yang bikin ngeri
dan rasa cemas,
Begitu terlihat kan timbul kebencian teramat sangat.
Tapi bila dipandang berulang-ulang
wajahnya kan selalu kenyang,
Semua ditolerir, kemudian diberi belas kasihan,
untuk akhirnya dirangkul dengan penuh kemesraan.

(tulisan ini merupakan tulisan lama, dan telah banyak di pakai di beberapa blog dan situs. asli tulisan ini adalah milik Imajiplus. juga pernah dimunculkan dalam jurnal komunikasi MEDIATOR terbitan Fikom Unisba)

Baca Selanjutnya…

One thought on “Nude Photography, seni atau pornografi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s