Artikel · pengetahuan

MENGENAL FOTOGRAFI

Mengapa kita perlu mengetahui cara kerja kamera? Sebagian besar kamera saat ini didesain atas dasar slogan  Eastman “You press the button, we do the rest” (Anda yang menekan tombol, kami yang menyelesaikannya). Kamera modern elektronik dan komputerisasi memudahkan pengambilan gambar dengan pemilihan shutter speed atau aperture secara otomatis atau pengaturan autofokus. Tapi pengaturan ini hanya memberikan kamu suatu pilihan yang pasti. Bagaimana jika kamu akan membuat foto dengan membekukan gerakan mobil yang sedang melaju kencang? Membuat foto jajaran pohon yang tajam di hutan atau hanya memfokuskan ketajaman pada setangkai bunga saja? Pemotretan semacam itu hanya bisa didapat dengan pengaturan yang kita buat sendiri.

Tekstur wajah seorang wanita tua mampu menyajikan foto yang indah walaupun wajahnya tidak cantik. (sumber foto: Rev.E.A.Reuscher, More Joy of Photography)
Tekstur wajah seorang wanita tua mampu menyajikan foto yang indah walaupun wajahnya tidak cantik. (sumber foto: Rev.E.A.Reuscher, More Joy of Photography)

I. PENGERTIAN FOTOGRAFI

Istilah fotografi pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Sir John Herschell, dalam makalahnya yang dipresentasikan pada Royal Society pada 14 Maret 1839 berjudul “Note on the art of Photography, or The Application of the Chemical Rays of Light to the Purpose of Pictorial Representation”. Ia juga menciptakan istilah “positif/negatif” dan “snapshot”.

Sir John Frederick William Herschell, 7 March 1792-11 May 1871 (sumber: rleggat.com)
Sir John Frederick William Herschell, 7 March 1792-11 May 1871 (sumber: rleggat.com)

Fotografi berasal dari kata photos (sinar/cahaya) dan graphos (mencatat / melukis). Secara harfiah fotografi berarti mencatat atau melukis dengan sinar atau cahaya. Pada awalnya fotografi dikenal dengan lukisan matahari, karena sinar matahari yang digunakan untuk menghasilkan image. Saat ini, fotografi telah melekat erat dengan fungsi komunikasinya dan model ekspresi visual yang menyentuh kehidupan manusia di berbagai bidang.

Foto secara luas telah digunakan oleh surat kabar, majalah, buku, dan televisi untuk menyampaikan informasi dan iklan produk dan jasa. Aplikasi praktis fotografi bisa ditemukan di sekitar pekerjaan manusia dari astronomi hingga kedokteran sampai industri. Fotografi memperpanjang penglihatan manusia pada objek yang tak terlihat karena terlalu kecil atau terlalu jauh, atau peristiwa yang dapat berakibat kerusakan pada mata jika dilihat dengan mata telanjang. Sebuah kamera dapat digunakan di lokasi yang berbahaya bagi manusia, Foto dapat menjadi objek seni yang mengeksplorasi kondisi manusia dan estetika. Bagi jutaan orang, fotografi merupakan hobi yang menyenagkan atau menjadikannya sebagai lahan pekerjaan.

Fotografi adalah seni, yaitu pemotretan yang menghasilkan karya foto yang indah dan bernilai seni tinggi. Bisa dinikmati oleh masyarakat luas sehingga membuat penikmatnya tertawan oleh keindahan, kekaguman, dan pengalaman batin akibat kesan yang ditimbulkan oleh foto tersebut.

Foto yang bernilai seni, tidak harus foto suatu pemandangan alam yang indah, ataupun wajah cantik seorang gadis. Tapi foto yang bernilai seni bisa berupa foto situasi desa yang kumuh atau wajah seorang tua keriput. Keindahan suatu foto dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor; peralatan memotret, situasi pemotretan, objek yang dipotret, dan yang paling utama adalah fotografer yang memotret.

Ada dua macam fotografer, yaitu fotografer amatir dan fotografer profesional. Fotografer amatir menjadikan fotografi sebagai hobi, kesenangan pribadi, masalah biaya tidak menjadi soal, yang penting hatinya senang, terhibur dan gembira.

Fotografer profesional menjadikan fotografi sebagai profesi, pekerjaan untuk mencari uang. Biasanya fotografer profesional membekali diri dengan keahlian fotografi yang memadai.

II. PROSES FOTOGRAFI

Proses fotografi terdapat pada peristiwa ketika emulsi film terkena cahaya. Sinar yang sampai pada film setelah melewati sebuah lensa yang berfungsi memancarkan bayangan dari objek apa yang ditangkap atau berada di muka lensa. Bayangan (image) yang terjadi di belakang lensa dari obyek yang berada di muka lensa itu diterima oleh film dalam bentuk bayangan maya (latent image). Latent image pada film tidak dapat dilihat secara kasat mata tetapi perlu melalui proses pencucian film terlebih dahulu yang kita kenal dengan film negatif atau gambar negatif.

Proses Eksposur yang terjadi di dalam tubuh kamera, dimana A) Objek, B)  Lensa, C) Tubuh Kamera, dan D) Latent Image (bayangan Maya).
Proses Eksposur yang terjadi di dalam tubuh kamera, dimana A) Objek, B) Lensa, C) Tubuh Kamera, dan D) Latent Image (bayangan Maya).

(Sumber Buku: Dunia dalam Bingkai, by Ferry D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s