Artikel · digital foto · pengetahuan

SEPUTAR KAMERA DIGITAL

Pada dasarnya kamera digital terdiri dari dua jenis, yaitu kamera digital kompak dan kamera digital SLR. Jenis kamera kompak umumnya memiliki lensa tetap (fix lens), meskipun ada beberapa kamera kompak yang lensanya dapat ditukar lepas seperti Canon Powershot G5, sehingga mirip dengan kamera SLR. Sedangkan kamera digital SLR memiliki karakteristik yang sama dengan kamera analog SLR.

Canon Power Shot G5, kamera genre prosumer (sumber: wikimedia.org)
Canon Power Shot G5, kamera genre prosumer (sumber: wikimedia.org)

 Kamera Digital Kompak

Saat ini terdapat banyak sekali varian kamera digital kompak. Ada yang berjenis point and shoot camera (kamera saku), dan jenis prosumer camera atau advance digital camera (semi profesional). Perubahan yang sangat cepat dalam teknologi digital menyebabkan resolusi yang dimiliki kamera digital kompak telah mencapai angka 12 Megapixel (hingga awal tahun 2009).

Canon PowerShot SD770IS, resolusi mencapai 10 megapiksel, jenis kamera point and shoot.
Canon PowerShot SD770IS, resolusi mencapai 10 megapiksel, jenis kamera point and shoot.

Kemudahan dan sifatnya yang kompak menyebabkan kamera ini menjadi populer dan menggeser kedudukan kamera analog. Bahkan modus yang terdapat dalam kamera jenis ini beberapa telah memungkinkan mengatur pencahayaan manual, seperti pengaturan prioritas diafragma atau prioritas kecepatan rana. Ada pula yang dilengkapi dengan kompensasi cahaya hingga fasilitas makro. Umumnya sudah dilengkapi dengan fitur editing seperti brightness dan contrast langsung pada kamera. Ada juga jenis kamera saku yang memiliki bentuk unik, stylish, atau berukuran mungil. Fitur lain yang umumnya tertanam dalam kamera digital kompak adalah kemampuan merekam video audio, bahkan ada juga yang bisa digunakan sebagai pemutar MP3. Pada umumnya, kamera digital kompak dilengkapi dengan layar LCD dibelakang bodi kamera sebagai pengganti jendela bidik.

Fasilitas yang penting pula adalah kemampuan zoom kamera digital kompak yang terdiri dari dua jenis, yaitu zoom optis dan zoom digital. Zoom optis merupakan kemampuan kamera mengambil foto jarak jauh seolah-olah dekat tanpa menurunkan kualitas gambar. Kemampuan zoom optis sebuah kamera akan mempengaruhi perbedaan harga kamera digital kompak. Sedangkan zoom digital merupakan trik interpolasi atau pembesaran pixel yang sebenarnya bisa dilakukan kemudian pada software image editing. Penggunaan zoom digital akan menyebabkan penurunan kualitas gambar.

 

Perbandingan optical zoom dengan digital zoom
Perbandingan optical zoom dengan digital zoom

Kamera digital prosumer adalah kamera digital kelas menengah dengan fungsi yang hampir menyerupai SLR, biasanya bentuknya sudah mirip SLR, namun dengan berat lebih ringan dan lebih kecil. Kamera jenis ini, lensanya tidak bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan, namun sudah dilengkapi dengan lensa tetap seperti fungsi zoom yang lebih jauh dibanding kamera saku (sampai di atas 10x), foto makro, mode scene, hingga manual fotografi. Keberadaan kamera digital prosumer sekarang terus dibayangi oleh turunnya harga kamera DSLR kelas pemula (low end). Sebelumnya, kamera digital prosumer menjadi pilihan fotografer yang ingin memiliki kamera DSLR tapi dananya terbatas. Namun demikian, jika dibandingkan kualitas foto dengan kamera DSLR, jelas kamera prosumer masih dibawah.

Kamera prosumer Finepix S100FS menggunakan Sensor SuperCCD 11 MP yang mengagumkan, lensa zoom 14x yang zoomnya bisa diputar manual,  image stabilizer, layar LCD yang bisa dilipat, plus dudukan lampu kilat untuk flash eksternal. Hasil foto dari S100FS amat baik, dengan kemampuan mengatasi noise di ISO tinggi yang mendekati kualitas DSLR. Kekurangan dari S100FS ada pada lensa seperti adanya purple-fringing dan distorsi, kemampuan burstnya  yang kalah dibanding DSLR kelas menengah (sekitar 3 fps) dan kecepatan auto-fokusnya yang juga tidak secepat DSLR.  (sumber: fujifilmusa.com)
Kamera prosumer Finepix S100FS menggunakan Sensor SuperCCD 11 MP yang mengagumkan, lensa zoom 14x yang zoomnya bisa diputar manual, image stabilizer, layar LCD yang bisa dilipat, plus dudukan lampu kilat untuk flash eksternal. Hasil foto dari S100FS amat baik, dengan kemampuan mengatasi noise di ISO tinggi yang mendekati kualitas DSLR. Kekurangan dari S100FS ada pada lensa seperti adanya purple-fringing dan distorsi, kemampuan burstnya yang kalah dibanding DSLR kelas menengah (sekitar 3 fps) dan kecepatan auto-fokusnya yang juga tidak secepat DSLR.
(sumber: fujifilmusa.com)

Perkembangan teknologi fotografi digital masa kini telah mengantar kamera prosumer menjadi kamera praktis yang bisa diandalkan untuk fotografi sehari-hari, mulai dari memotret makro, landscape, hingga foto tele di alam terbuka. Bahkan kemampuan prosumer dalam merekam video pun semakin ditingkatkan, dengan kemampuan merekam High Definition serta memakai kompresi MPEG-4 AVC yang efisien. Banyak prosumer masa kini yang telah dilengkapi dengan dudukan flash eksternal, sehingga keterbatasan prosumer di daerah kurang cahaya dapat disiasati dengan memasang lampu kilat eksternal (flash hot-shoe) yang berdaya lebih besar, dan bisa dibouncing ke atas, bawah, atau kiri, kanan. Soal kenyataan lensa prosumer yang tetap (fix), bila disikapi dengan bijak bisa menghindarkan kita dari keinginan membeli banyak lensa, mencegah gonta-ganti lensa yang tidak praktis dan beresiko masuknya debu ke dalam sensor. Soal kendala noise dapat diupayakan dengan sedikit kerja ekstra yaitu memotret memakai file RAW dan selanjutnya diolah di komputer. Belum lagi soal harga dan bobotnya yang lebih ringan dari DSLR, membuat prosumer sebenarnya masih punya harapan untuk mendapat tempat di kalangan fotografer, baik pemula hingga profesional sekalipun.

Lantas kompromi seperti apa yang harus diterima oleh seseorang yang membeli kamera prosumer? Pertama adalah menghindari pemakaian ISO tinggi, artinya bermain aman saja di ISO dasar hingga maksimal ISO 400. Kedua adalah tidak berharap banyak akan fotografi dengan DOF sempit, seperti foto portrait atau still life. Ketiga adalah menghindari fotografi yang memerlukan kerja kamera yang serba cepat, termasuk shutter, auto fokus hingga continuous shooting yang cepat.


[1] Burst mode adalah kemampuan kamera mengambil satu gambar ke gambar berikutnya selama menahan tombol bidik.

 

2 thoughts on “SEPUTAR KAMERA DIGITAL

  1. persimi mas, mau minta rekomendasi buat kamera digital yang cocok untuk outdoor apa aja ya ? tapi yang harganya terjangkau sama kantong mahasiswa mas.
    terimaksih sebelumnya mas dan mohon bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s