desain grafis · pengetahuan

LAY OUT

PENGERTIAN

  • Lay out adalah usaha menyusun, menata, atau memadukan unsur-unsur komunikasi grafis(teks, gambar, tabel, dll) untuk menjadikan satu kesatuan yang utuh.
  • Lay out adalah tata letak unsur huruf (tipografi) dan unsur seni (foto, ilustrasi, dan elemen visual lainnya) di atas kertas.
  • Penempatan Elemen-elemen Grafis pada Dokumen, (sederhana nya..)
  • Tujuan: “menghasilkan media yang komunikatif (efektif efisien) dalam menyampaikan pesan

PROSES MEMBUAT LAYOUT

1. KONSEP DESAIN

Bagaimana mendesain layout yang baik? Pertanyaan berikut adalah langkah awal…

  • Apa tujuan desain tersebut?
  • –Siapa target audiens nya?
  • –Apa pesan yang ingin disampaikan?
  • –Bagaimana cara penyampaiannya?
  • Dimana, di media apa dan kapan desain itu akan dilihat oleh target audiens?

2. MEDIA DAN SPESIFIKASINYA

  • Media apa yang paling cocok: Flier, brosur 3 lipatan, spanduk, plasma screen, balon udara, dll
  • Bahan: Kertas fancy, kertas daur ulang, kain, dll
  • Ukuran :A4, A3, 160x60cm untuk x-banner, dll
  • Posisi: A4 tegak (portrait) atau mendatar (landscape)
  • Kapan, Berapa lama, dan dimana saja karya desain tersebut akan didistribusikan ke target audiens.

3. THUMBNAILS DAN DUMMY

  • Thumbnails = sketsa layout dalam bentuk mini, tidak dengan menggunakan komputer (sebaiknya).

–Fungsi: memperkirakan letak elemen-elemen layout pada suatu halaman tunggal, juga urutan-urutan pengaturan halaman desain publikasi yang kompleks.

  • Dummy = contoh jadi suatu desain nantinya (mock-up).

4. PERCETAKAN

  • Offset: teknik yang paling populer untuk mencetak brosur, buku majalah, tabloid, koran, kalender, dll
  • Flexografi/ cetak tinggi: mencetak di atas karton gelombang atau label kemasan produk.
  • Rotogravure: mencetak label berbahan plastik.
  • Sablon/cetak saring/screen printing: mencetak kaos, mug, kartu nama.
  • Digital: mencetak dalam waktu singkat dengan kuantitas tidak terlalu besar, seperti banner, poster, dll.

WHY DESIGN FIRST? .. Peran desain atau perwajahan dalam penerbitan pers belakangan tampak lebih dominan. Penampilan visual media cetak kini dituntut lebih atraktif, kreatif, dan persuasif untuk tujuan merebut perhatian pembaca. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Mario R. Garcia dan Pegie Stark tahun 2007, di wilayah-wilayah pengguna bahasa dan tulisan latin, orang membaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. KECENDERUNGAN lain adalah membaca dengan sequence Z. Selain itu ada sequence C, L, T, I , dan banyak lagi.

Bagaimana desain layout dikatakan baik?

memiliki kriteria:

  • mudah dibaca, komunikatif, menarik dan menyenangkan sasaran pembacanya.

KAVER (HALAMAN SAMPUL)

Cover majalah harus dapat mengiklankan dirinya sendiri. Beberapa aspek berikut perlu dipertimbangkan. · Cover harus memiliki ciri khas atau identitas, ia harus tampil beda dari yang lain sehingga pembaca dapat dengan mudah mengenalinya, terutama kalau ia dipajang bersama dengan majalah-majalah lain.
Cover majalah kampus harus punya stopping-power yang kuat untuk merampok perhatian pembaca, untuk menghipnotis calon pembaca.
Secara visual harus berani bersaing ketika dipajang di kios penjualan bersama majalah-majalah lain. Usahakan tampil segar, original dan kreatif. · Ciptakan mood yang sesuai dengan selera pembaca melalui komposisi warna, tipografi, foto, dan aspek visual lainnya. Misal untuk majalah remaja, diperlukan warna-warna yang mencolok, kontras, dengan ilustrasi foto yang trendy dan pemilihan huruf (tipografi) yang dinamis.

ELEMEN-ELEMEN VISUAL PENERBITAN

1. ELEMEN UTAMA

  • Logo/Logotype atau nama majalah. Gunakan jenis huruf yang impresif, simpel, dan komunikatif.
  • Pendekatan pertama dalam merancang majalah adalah mengkaji formula atau konsumsi berita dan artikel yang disajikan. Siapa sasaran pembacanya? Apakah ia seperti TEMPO yang memiliki kelompok pembaca dewasa-umum-ilmiah-populer? Atau semacam Kawanku dan Hai yang menjaring pembaca “ABG”? Ataukah sejenis Bobo, Bocil, dan majalah anak-anak lainnya? Setiap majalah seharusnya memiliki sasaran pembaca yang spesifik. Dari sinilah seorang desainer beranjak menentukan nuansa perwajahan majalah (the kind of a look) yang sesuai dengan mood pembacanya.
  • Nomor penerbitan/edisi dan tanggal-bulan-tahun.
  • Harga eceran.

2. SAMPUL

  • Judul-judul naskah yang menarik, biasanya Laporan Utama dan artikel-artikel eksklusif/fenomenal.
  • Unsur visual, berupa foto, ilustrasi, dan tipografi.
  • Iklan (misal: BONUS POSTER, BONUS CD, dll.)
  • senantiasa mengutamakan kaidah komunikasi – NOT just ART!

3. HALAMAN DALAM

  • Tugas desainer tidak hanya merancang cover. Pekerjaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah menggarap layout halaman dalam.
  • Setelah calon pembeli tertarik pada cover majalah dan kemudian membukanya, tugas desainer berikutnya adalah mengajak atau membimbing calon pembaca untuk menyimak halaman demi halaman hingga timbul keinginan untuk membaca (membeli).
  • Perlu diingat bahwa pembaca pada saat membuka majalah selalu melihat halaman kiri dan kanan sekaligus, maka dua halaman yang berhadapan harus dirancang sekaligus dalam satu kesatuan. Penempatan elemen visual (foto, teks, garis, dll) di halaman kiri harus seimbang dengan halaman kanan. Untuk menciptakan kemudahan baca (readability) dan kenyamanan baca (legibility), ada dua aspek desain yang perlu diperhitungkan, yaitu tipografi dan fotografi.

4. TYPOGRAFI

Tipografi atau susunan huruf dalam desain layout merupakan elemen paling berperan untuk mewujudkan kenikmatan dan kemudahan baca.

Di komputer tersedia puluhan bahkan ratusan jenis huruf (font). Cara terbaik untuk memilih huruf adalah dengan mempertimbangkan apakah huruf tersebut “mudah dibaca”? Huruf yang terbaik untuk media cetak adalah huruf yang punya nilai keterbacaan tinggi. Jangan sekali-kali berfikir “cari huruf yang artistik biar pembaca tertarik….” Salah besar! Artistik memang perlu, tapi nilai komunikasi lebih diutamakan. Nilai keterbacaan setidaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. · Jenis huruf (font) · Ukuran huruf (point size) · Lebar setting (line length) · Spasi (baris, huruf, kata) · Bentuk susunan (alignment) · Variasi huruf (style)

5. FOTOGRAFI

  • Halaman majalah yang hanya dipenuhi teks, tanpa satupun foto, akan tampak seperti lapangan bola.
  • Boring !!

Setiap naskah atau berita diusahakan ada foto atau ilustrasi.

Secara visual foto memiliki daya tangkap (eye-catching) yang kuat. Lebih dari itu, foto yang memiliki bobot jurnalistik mampu bercerita tentang fakta-fakta yang sulit dijelaskan secara verbal. Pembahasan mengenai fotografi jurnalistik diperbincangkan pada sesi tersendiri. Satu hal perlu diingat, perkembangan fotografi jurnalistik saat ini telah melompat jauh, baik peralatan, teknik, maupun tuntutan kualitasnya. Foto jurnalistik kini dituntut memiliki public-interest yang tinggi, tidak hanya menarik bagi seseorang atau sekelompok tertentu saja. Tugas utama desainer dalam penanganan foto adalah menyusun dan menggabungkannya dengan teks sesuai dengan prinsip-prinsip layout.

Foto-foto yang memiliki public-interest tinggi umumnya punya kelebihan-kelebihan sbb:

  • Komunikatif, mudah ditangkap, dan informatif
  • Menyentuh perasaan, sensasional, dramatis, dan tidak biasa (unusual)
  • Ide baru, original, bukan perulangan yang sudah pernah dilakukan orang
  • Punya greget dan daya-tangkap (stopping power), menggairahkan, sensual
  • Benar-benar terjadi, bukan hasil rekayasa (trick)
  • Memiliki kualitas artistik (grafis) dan kualitas teknik yang memadai

Kiat mendapatkan foto untuk kepentingan jurnalistik antara lain dengan melakukan tindakan berikut.
– Ambillah foto peristiwa secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang yang menarik.
– Berikutnya, ambil detail (close-up) beberapa bagian yang khas dari peristiwa atau subjek tersebut, dengan komposisi yang kuat dan menarik.
– Bidiklah peristiwa atau subjek dari berbagai angle: tinggi-rendah, kiri-kanan, jauh-dekat, dsb untuk mendapatkan komposisi yang menarik.
– Gunakan peralatan yang tepat: lensa, film, filter, motor-drive, tripod, flash, dan lain-lain sesuai keadaan.

Yo.. Be Creative.. (Ferry Darmawan)

SUMBER:

  1. Rustan, Surianto. (2011). Hurufontipografi, Gramedia, Jakarta.
  2. Rustan, Surianto. (2011). Mendesain Logo, Gramedia, Jakarta.
  3. Rustan, Surianto. (2011). Layout – Dasar dan Penerapannya, Gramedia. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s