Schulze (1687-1744)

Tahukah anda kalau dulu, sebelum fotografi ditemukan, banyak usaha para ilmuwan untuk memungkinkan sebuah gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura dapat permanen. Perjalanan panjang hingga menghasilkan film fleksibel (era film negatif), akan saya uraikan pada halaman ini.. Semoga Bermanfaat (Imajiplus)

Johann Heinrich Schulze (1687-1744)

Pada tahun 1725, Johann Heinrich Schulze, seorang profesor ilmu kedokteran dari Universitas Altdorf di Jerman, melakukan eksperimen membuat gambar pertama yang juga tidak bisa bertahan lama. Schulze meletakkan sebuah botol berisi campuran garam asam perak pada cahaya matahari; ketika ia memeriksanya beberapa menit kemudian, ia menemukan bahwa sisi cairan yang terkena sinar matahari langsung telah berubah menjadi warna lembayung tua, sedangkan sisi cairan yang tidak terkena sinar tetap berwarna keputihan. Ketika ia mengguncang botol, warna lembayungnya menghilang. Schulze kemudian melekatkan selembar kertas stensil pada botol dan meletakkannya langsung menghadap sinar matahari. Ketika ia kemudian mencabut kertas stensil, pada kertas itu terdapat sektsa dari endapan berwarna gelap disekitarnya, yaitu pola keputih-putihan, siluet negatif, dari cahaya yang tertahan di sekitar kertas. Untuk memastikan apakah sinar matahari atau kepanasan yang menyebabkan senyawa kimia berubah menjadi gelap, Schulze meletakkan botol lain yang berisi bahan kimia yang sama dalam oven. Senyawa dalam botol tersebut tidak bereaksi; ternyata cahaya yang menyebabkan perubahan.  Schulze memublikasi hasil penelitiannya, namun tidak pernah populer hingga dia wafat. Berikut deskripsi hasil penelitian yang dibuat oleh Schulze :

“I covered the glass with dark material, exposing a little part for the free entry of light. Thus I often wrote names and whole sentences on paper and carefully cut away the inked parts with a sharp knife. I struck the paper thus perforated on the glass wikth wax. It was not long before the sun’s rays, where they hit the glass through the cut-out parts of the paper, wrote each word or sentence on the chalk precipitate so exactly and distinctly that many who were curious about the experiment but ignorant of its nature took occasion to attribute the thing to some sort of trick”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s