Glosarium Fotografi (A)

Accessories = asesoris

Perlengkapan, di luar standar.

AE1

Automatic Exposure, adalah sebuah pilihan setting dalam kamera otomatis di mana sistem komputer di dalam kamera akan mengontrol exposure yang tepat (misalnya mengatur Shutter Speed dan aperture lensa) secara otomatis.

AF

Autofocus, fitur optik pada alat fotografi.

AF-D ~lensa

Lensa AF-D adalah lensa fokus otomatis dengan CPU didalamnya, yang mempunyai kemampuan untuk menghitung jarak antara objek dengan kamera. Huruf D merupakan singkatan dari distance (jarak). Salah satu kegunaan pengukuran jarak objek terhadap kamera adalah pengaturan lampu kilat/flash light secara tepat dan otomatis dari kamera tersebut.

Catatan:

  1. Fungsi “D” pada lensa ini bisa bekerja dengan baik bila lensa tersebut dipasang pada body kamera yang memiliki fasilitas 3D metering.
  2. Kekuatan lampu kilat bisa diatur oleh kamera jika lampu kilat tersebut mempunyai fasilitas TTL didalamnya.
  3. Lensa AF-D diperkenalkan pertama kali pada tahun 1992

AF-S ~lensa

AF-S merupakan terminologi untuk jenis lensa yang digunakan oleh Nikon untuk salah satu produk lensa fotografi mereka. AF menunjukkan bahwa lensa tersebut merupakan jenis autofocus, sementara S menunjukkan bahwa lensa tersebut dilengkapi dengan motor ultrasonik dalam tubuh lensanya sebagai penggerak mekanisme autofocus. Merk dagang untuk motor ultrasonik dari Nikon adalah Silent Wave Motor (SWM), sehingga menjelaskan dari mana huruf S tersebut berasal. Motor ultrasonik tersebut digerakkan atas perintah secara elektronik dari kamera, dan berkinerja amat cepat serta senyap (hampir tanpa bunyi) dibandingkan dengan jenis lensa autofocus lainnya dari Nikon yang digerakkan secara mekanis dari tubuh kamera, atau lebih dikenal sebagai lensa AF. Jenis lensa AF-S merupakan generasi lensa terkini yang dibuat oleh Nikon, dan merupakan kelanjutan dari lensa manual serta lensa AF (mekanis).

Lensa dengan prinsip sejenis dan menggunakan penggerak motor ultrasonik dari Canon menggunakan istilah berbeda, yaitu USM (Ultra Sonic Motor), sementara Sigma menggunakan istilah HSM (Hyper Sonic Motor).

Hampir seluruh jenis lensa AF-S mempunyai kontak geser untuk 2 posisi, A/M dan M. Pada posisi A/M, lensa akan berfungsi sebagai lensa autofocus (jika menggunakan kamera yang kompatibel untuk proses autofocus) sekaligus berfungsi manual begitu cincin pengatur fokus digerakkan secara manual (manual override). Pada posisi M, lensa hanya bisa berfungsi sebagai lensa manual fokus.

Angle

Sudut. ~of view Sudut Pandangan.

Antifog

Mencegah timbulnya kabut, misalnya pada film setelah dicuci.

Antihalo

Mencegah timbulnya pancaran sinar. Misalnya lapisan dasar dari film yang hitam warnanya.

Aperture

Bukaan. Lubang penyalur cahaya yang terdapat di dalam lensa. Diafragma. ~priority Mementingkan bukaan diafragma, kecepatan rana diatur otomatis.

ASA

Kependekan dari American Standard Association. ASA atau Kecepatan film adalah istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah seperti ASA 100) membutuhkan sorotan/exposure yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi seperti ASA 800) membutuhkan exposure yang singkat.

Autowinder

Motor yang memajukan film secara otomatis tanpa dikokang lebih dahulu. Motordriver.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s