RAMBU-RAMBU FOTO JURNALISTIK DI ERA DIGITAL

Foto Rekayasa

Masih ingat kasus headlines foto LA Times yang cukup menyita perhatian kalangan Jurnalis, seperti yang tampak pada foto di samping ini? Wartawan surat kabar tersebut akhirnya dipecat dengan tidak hormat karena telah melakukan manipulasi foto jurnalistik, walaupun kedua foto tersebut dibuat oleh sang wartawan.

Untuk menjaga agar keutuhan nilai-nilai jurnalistik tetap terjaga ketika dilakukan proses pengeditan digital pada sebuah foto jurnalistik, maka perlu adanya batasan-batasan yang jelas tentang sejauhmana sentuhan digital diperbolehkan dalam jurnalistik foto. Berikut ini panduan etika prosedur pengeditan digital image yang diperbolehkan untuk mengimbangi keterbatasan dan kerusakan yang ada dalam proses fotografi digital, asalkan semata-mata hanya untuk membuat foto jurnalistik lebih akurat.

1. Koreksi warna (color balancing/ correction)
Dengan pengkoreksian warna diharapkan obyek yang ditampilkan tidak akan terlihat buram atau tidak jelas. Tetapi tidak mengubah warna esensial seperti merubah warna rambut untuk keperluan merubah usia, dan sebagainya.
2. Burning
Membakar bagian-bagian sudut foto yang gelap agar nampak lebih terang dan jelas sehingga lebih menonjolkan obyek atau subyek yang terdapat pada gambar.
3. Koreksi distorsi lensa
Bila foto yang dihasilkan tidak berukuran normal akibat penggunaan lensa yang bukan standar, misalnya obyek menjadi membulat, maka perubahan pada software pengolah foto untuk menjadikan foto normal masih dimungkinkan sebatas mengkoreksi distorsi lensa yang terjadi tersebut.
4. Menghilangkan noda
Bila dalam foto terdapat noda cacat atau terdapat noda bekas pencetakan, dengan olah digital dimungkinkan perbaikan tersebut dan memang ini sebenarnya fungsi olah digital dalam jurnalistik foto.
5. Dodging
Memperbaiki pencahayaan pada hasil foto agar mendapatkan hasil yang normal, seperti halnya burning process.
6. Titik Fokus
Membantu membuat titik fokus dengan membuat blur obyek-obyek di sekeliling focus of interest, tapi tidak merubah esensi dari isi pesan foto.
7. Optimalisasi File
Membuang obyek-obyek yang tidak perlu (cropping, dsb) untuk mengoptimalkan ukuran file.
8. Menghilangkan cahaya yang menyilaukan (glare elimination)
Terkadang kita tidak jeli dengan pemotretan, apalagi yang berhubungan dengan moment. Maka bisa saja terdapat glare elimination yang mengganggu hasil foto. Penggunaan olah digital untuk menghilangkan hal tersebut masih dimungkinkan dalam jurnalistik foto.
9. Pencahayaan keseluruhan
Memperbaiki pencahayaan keseluruhan dari foto.
10. Menghilangkan mata merah (red eye elimination)
Mata merah atau red eye sering terjadi jika obyek yang kita foto menatap cahaya flash langsung. Melalui softwarepengolah foto, red eye dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu keindahan obyek foto.

argies

Selain itu hal-hal yang umumdiperbolehkan dalam pengeditan digital image untuk kepentingan pemberitaan atau editorial adalah:
1. Cropping, darkening, ataufocus-softening untuk mengurangi atau menghilangkan objek yang tak berguna untuk menjaga konteks foto.
2. Memperbaiki keseluruhanimage atau sebagian, dimana penggunaan teknik-teknik perbaikan image (enhancement) seharusnya diungkapkan. Dalam arti, tidak merubah konteks dari foto jurnalistik.

Sedangkan hal-hal yang dilarang dalam pengeditan digital image untuk kepentingan pemberitaan adalah:
1. Menambah, menukar atau menghilangkan obyek dimana akan merubah keseluruhan konteks dari foto yang ditampilkan.
2. Memanipulasi usia, misalnya dengan membuat lebih muda atau lebih tua sebuah subyek foto (contohnya, merubah warna rambut).
3. Merubah ekspresi subyek foto, gerakan tubuh, sebagian anatomi tubuh atau asesoris tubuh lainnya.

Pada intinya, tidak dibenarkan sama sekali adanya manipulasi dalam jurnalistik foto. Namun dengan perkembangan peralatan fotografi dan teknologi komunikasi saat ini, mengharuskan fotografer jurnalistik dapat menerima dampak dari era digital tadi. Penggunaan teknologi sah saja dalam jurnalistik foto, tapi panduan etika dalam prosedur digital image editing pada jurnalistik foto harus tetap dijaga. (imajiplus).

One thought on “RAMBU-RAMBU FOTO JURNALISTIK DI ERA DIGITAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s